Mungkin bagi sebagian orang, bisa memiliki teman or rekan
yang menarik ( dalam arti teman yang bisa membuat kita terhibur atau merasa
nyaman didekatnya) adalah hal yang pasti akan sangat menyanangkan.
Apalagi pribadi menarik tersebut ada dalam diri kita, tentu bakal banyak orang
senang berteman dan bergaul dengan kita. Tapi untuk menjadi pribadi yang
menarik dan menyanangkan itu tentu tidaklah mudah. Karena beda dengan
kecantikan dan kegantengan, cantik dan ganteng itu merupakan sesuatu yang
langsung diberikan dari yang di atas. Tapi untuk kepribadian itu murni dari
hasil belajar dan adaptasi dari lingkungan. Oleh sebab itu Kepribadian
seseorang itu ada bukan dari sejak lahir, melainkan terbentuk dari suatu
proses.
Lalu bagaimana cara untuk menjadi pribadi yang menarik dan menyanangkan ?
berikut beberapa tips menjadi pribadi yang menarik :
Hubungan intrapersonal dan interpersonal merupakan dua variabel yang tidak dapat dipisahkan dalam perilaku individu, bahkan memiliki kedudukan yang sangat penting bagi kesuksesan hidup individu.
Dewasa ini kedua variabel tersebut direpresentasikan oleh suatu konsep yang sangat popular, yaitu Emotional Intelligence (Coleman, 1996), yang menyatakan bahwa emotional intelligence is the single most important factor for personal adjustment, success in relationship, and in job performance. Dengan demikian intelegensi emosional, tidak hanya menyangkut persoalan yang terkait dengan aspek intrapersonal (pribadi) melainkan juga aspek interpersonal (sosial). Keduanya saling bersinggungan secara fungsional dalam wujud perilaku individu sehari-hari. Walaupun sebenarnya secara konseptual dan konstruk keduanya tidak sepenuhnya sama.
Dari beberapa jenis layanan Bimbingan dan Konseling yang
diberikan kepada peserta didik, tampaknya untuk layanan konseling perorangan
perlu mendapat perhatian lebih. Karena layanan yang satu ini boleh dikatakan
merupakan ciri khas dari layanan bimbingan dan konseling, yang membutuhkan
pengetahuan dan keterampilan khusus
Dalam prakteknya, memang strategi layanan bimbingan dan
konseling harus terlebih dahulu mengedepankan layanan – layanan yang bersifat
pencegahan dan pengembangan, namun tetap saja layanan yang bersifat pengentasan
pun masih diperlukan. Oleh karena itu, guru maupun konselor seyogyanya dapat
menguasai proses dan berbagai teknik konseling, sehingga bantuan yang diberikan
kepada peserta didik dalam rangka pengentasan masalahnya dapat berjalan secara
efektif dan efisien.
Bimbingan dan konseling pribadi
merupakan proses bantuan untuk memfasilitasi siswa agar memiliki pemahaman
tentang karakteristik dirinya, kemampuan mengembangkan potensi dirinya, dan
memeahkan masalah-masalah yang dialaminya (Yusuf, 2009: 53).
Menurut Sukardi (2007: 54) bimbingan
pribadi membantu siswa menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan
bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, mantap dan mandiri, serta sehat jasman
dan rohani.